• Wisata Sejarah Monumen Jogja Kembali

    Monumen Jogja Kembali

    Monumen Jogja Kembali

    Yogyakarta adalah salah satu kota perjuangan yang memiliki banyak bukti bukti sejarah, salah satu bukti sejarah tersebut adalah Monumen Jogja Kembali. Monument ini terletak di Jln Lingkar Utara atau sering disebut Ring Road Utara, Yogyakarta.

    Bangunan Monumen Jogja Kembali atau yang sering disebut dengan Monjali ini berbentuk kerucut dan terdiri dari tiga lantai. Pada lantai pertama, ada empat museum yang menyimpan benda benda bersejarah seperti senjata, mesin ketik, telepon kuno dan barang barang bersejarah lainnya. Di lantai ini terdapat juga perpustakaan yang berisi buku buku ensiklopedia sejarah. Di bagian luar nya, terdapat kolam yang mengelilingi bangunan monumen ini.

    Pada lantai kedua, terdapat diorama yang indah bercerita tentang perjuangan bangsa Indonesia saat Belanda melanggar perjanjian Renville yang disebut sebagai peristiwa Serangan Umum Satu Maret. Di bagian luar lantai dua, terdapat relief yang juga menceritakan hal serupa dengan diorama yang ada di dalam. Relief tersebut mengelilingi lantai dua tersebut. Relief nya berjumlah sekitar 40 dan diukir di dinding luarnya.

    Lantai ketiga dari monumen ini dibuat khusus untuk mendoakan para pahlawan yang telah gugur dalam membela tanah air. Ruang tersebut bernama ruang Garbha Graha. Di ruang ini terdapat pahatan yang beukuran sangat besar dan dipahat di dinding dinding ruang ini. Di tengah ruang terdapat tiang bendera tempat bendera merah putih dikibarkan dan di sisi lainnya ada ukiran dari tulisan mantan presiden Soeharto.

    Monumen Jogja Kembali ini adalah salah satu ikon pariwisata kota Jogja yang juga sering menjadi tempat tujuan study tour para pelajar dari seluruh penjuru Indonesia. Hal tersebut karena di monjali ini kita tidak hanya berekreasi namun juga menambah wawasan kita tentang negeri kita tercinta Indonesia. Kita menjadi lebih mengetahui bagaimana beratnya hidup di jaman perjuangan sehingga diharapkan saat ini kita bisa menjalankan dan membangun negeri ini menjadi lebih baik lagi. Perjuangan bisa dilakukan dengan berbagai cara, sesuai dengan keahlian dan kemampuan kita masing masing.

     

  • Wisata Bersejarah Ke Candi Prambanan

    Senja Candi Prambanan
    Senja Candi Prambanan

    Senja Candi Prambanan

    Candi Prambanan atau yang sering juga disebut dengan Candi Roro Jonggrang adalah kompleks candi Hindhu terbesar di Indonesia yang terletak di kota penuh sejarah, Yogyakarta. Candi ini adalah salah satu obyek wisata paling terkenal di kota Yogyakarta. Dibangun pada abad ke-10 dengan tinggi 47 meter dan keindahan arsitektur yang menakjubkan membuat candi ini menjadi candi hindhu tercantik yang pernah ada.

    Candi ini selalu diikuti dengan sebuah legenda yang sangat menarik dan sudah mendarah daging di jiwa masyarakat Jogja dan bahkan seluruh Indonesia. Legenda tersebut bercerita tentang seorang laki laki bernama Bandung Bondowoso dan seorang wanita bernama Roro Jonggrang. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sangat sakti dan kuat, ia mencintai Roro Jonggrang dan melamarnya. Namun Roro Jonggrang tak mencintai Bondowoso sehingga ia memberikan syarat yang menurutnya mustahil untuk dipenuhi oleh Bandung Bondowoso. Roro Jonggrang meminta Bondowoso untuk membuat 1000 arca dalam satu malam. Dengan bantuan makhluk halus, permintaan Roro Jonggrang tersebut hampir terpenuhi oleh Bondowoso. Namun ternyata Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari, sehingga berkokoklah ayam jantan. Bondowoso yang baru berhasil membuat 999 arca tak dapat menahan amarahnya dan kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.

    Kompleks candi Prambanan ini sangatlah indah, di sana juga terdapat taman yang cantik. Candi Prambanan mempunyai tiga candi utama yang dinamakan tiga dewa tertinggi di agama Hindhu, yaitu candi Wisnu, candi Brahma dan Candi Siwa. Ketiga candi utama tersebut menghadap ke arah timur dan setiap candi utama tersebut memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat. Candi pendamping untuk candi Wisnu bernama Garuda, candi pendamping candi Brahma bernama Angsa dan candi pendamping candi Siwa bernama Nandini.

    Seperti halnya candi pada umumnya, candi Prambanan juga memiliki relief yang menceritakan kisah Ramayana. Ada juga relief lain yang tak kalah menarik, relief tersebut adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dipercaya sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan. Di Candi Prambanan, relief pohon Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.

    Dan masih banyak lagi hal menarik tentang Candi Prambanan yang harus Anda ketahui dengan cara berkunjung ke sana. Sendra tari Ramayana misalnya, Anda harus menyaksikan sendra tari tersebut. Sangat indah dan cantik.